Sahabatku, saya pernah membaca suatu hal yang menarik tentang perangkap. Suatu sistem yang unik, telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Caranya sangat manusiawi (hmm…atau mungkin hewani kali ye..hehehe). Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan mengikat/menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah.

Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan. Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.

Cerita yang banyak beredar di atas terlepas ada kebenaran atas kondisinya, tapi skema ini bisa kita temui dalam Sertifikasi Profesi, biasanya di buat berjenjang dan kebijakan sering berubah-ubah dimana membuat orang sulit untuk mencapai puncak akhirnya terjebak dengan terus membayar iyuran organisasi dan dilema antara tetap mempertahankan sertifikasi tidak ada ujung atau melepaskannya dengan kerugian uang yang telah keluar selama ini untuk mencapai jenjang yang terus berubah-ubah skemanya.

By papi

PAPI berdiri pada Tanggal 1 Januari 2021 sesuai anggaran Dasar dan dikukuh pada tanggal 8 Februari 2021 di hadapan Notaris Seruni Widyawati,SH.,MKN dengan keputusan Kementrian Hukum dan HAM Nomor : AHU-0000217-AH.01.22 Tahun 2021. VISI Turut Serta Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Melalui Akuntan Yang Beretika, Profesional, Berkompetensi Dan Berwawasan Kebangsaan Yang Mendunia MISI Menjadi Akuntan Yang Beretika, Profesional, Berkompetensi dan Berwawasan yang mendunia dengan Berasaskan Pancasila dan Berlandaskan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.