Pertumbuhan Akuntan Publik Indonesia Sangat Lambat , sebagai Organisasi Tunggal IAPI belum mampu mendongkrak jumlah Pertumbuhan Akuntan Publik di Indonesia. Data di bawah menunjukan Kurun waktu 2018-2020 hanya terdapat 34 orang penambahan Akuntan Publik melalui skema saringan ujian yang diadakan oleh IAPI.

Kondisi ini sangat aneh, karena jumlah pemegang CPA Non Akuntan Publik begitu banyak ada sekitar 2.466 orang berdasarkan data rilisan IAPI per oktober 2020.

Mungkin hak Monopoli yang di berikan oleh UU No.5 tahun 2011 Tentang Akuntan Publik sebagai organisasi Tunggal memberi rekomendasi izin Akuntan Publik perlu di tinjau ulang pemerintah. Hak monopoli yang di berikan ternyata tidak mampu mempercepat pertumbuhan Akuntan Publik di Indonesia.

Kondisi ini membuat rendahnya minat para Profesional Akuntan untuk menjadi Akuntan Publik dan terjebak pada gelar CPA yang tidak memiliki nilai ekonomi sama sekali bagi pemegangnya karena gelar CPA tidak bisa dasar pengajuan izin Kantor Akuntan Publik termasuk Cabang sekalipun.

By papi

PAPI berdiri pada Tanggal 1 Januari 2021 sesuai anggaran Dasar dan dikukuh pada tanggal 8 Februari 2021 di hadapan Notaris Seruni Widyawati,SH.,MKN dengan keputusan Kementrian Hukum dan HAM Nomor : AHU-0000217-AH.01.22 Tahun 2021. VISI Turut Serta Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Melalui Akuntan Yang Beretika, Profesional, Berkompetensi Dan Berwawasan Kebangsaan Yang Mendunia MISI Menjadi Akuntan Yang Beretika, Profesional, Berkompetensi dan Berwawasan yang mendunia dengan Berasaskan Pancasila dan Berlandaskan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

One thought on “Pertumbuhan Akuntan Publik Indonesia Lambat”

Comments are closed.